Prospek Ekspor Durian Musang King

ekspor durian musang king

Permintaan akan raja dari segala buah, yaitu durian mulai meningkat di beberapa negara. Salah satu yang saat ini tengah populer mengalahkan monthong adalah varietas musang king. Di Cina dan Tiongkok, permintaan akan buah ini sangat tinggi, dan orang – orang di negara tersebut berani membayar berapapun untuk bisa mendapatkan buah durian yang berasal dari Malaysia ini. Dengan adanya fakta tersebut, membuat prospek ekspor buah durian musang king sangat menjanjikan kedepannya. Merespon hal tersebut, di Indonesia permintaan akan bibit durian musang king juga semakin banyak karena semakin banyak pula yang ingin mencoba peruntungan dari usaha perkebunan varietas durian ini.

Ekspor Durian Sekarang Jadi Berkah Untuk Malaysia

Tingginya permintaan ekspor durian musang sangat membantu petani buah yang ada di Malaysia. Indonesia sebenarnya juga bisa mengekspor jenis durian ini, namun ketersediaannya masih sangat terbatas di Indonesia sehingga hasil panen hanya cukup untuk kebutuhan pembeli di tanah air. Keterbatasan jumlah panen ini dikarenakan masih sulitnya untuk mendapatkan bibit dari jenis durian ini. Kepopuleran jenis durian ini di Tiongkok semakin terbukti ketika pada tahun 2017 silam, di Nanning Tiongkok diadakan festival durian musang king. Pada festival tersebut antrian untuk mencicipi durian ini mencapai 165 ribu orang. Meskipun durian monthong Thailand lebih dulu menguasai pangsa pasar Tiongkok, namun setelah semakin banyak yang tahu mengenai tekstur daging durian asal Malaysia yang lembut dan creamy ini ditambah rasanya yang manis bercampur sedikit pahit khas dari durian, membuat durian ini menjadi pesaing popularitas monthong Thailand. Produk olahan dari durian saat ini paling digemari di negara ini, mulai dari olahan untuk produk yoghurt, kopi, ice cream, hingga pizza.

Baca Juga: Perkebunan Durian Malaysia Yang Wajib Dikunjungi

Sama halnya dengan Tiongkok, Cina juga sangat mengandalkan ekspor durian musang king untuk kebutuhan duriannya. Bahkan tidak sedikit pebisnis Cina yang mengutarakan sangat berminat untuk membeli perkebunan durian raja musang yang ada di Malaysia selama lima hingga enam tahun terakhir ini. Namun karena orang asing tidak diizinkan memiliki tanah di Malaysia, maka banyak pemilik modal akhirnya memilih untuk bermitra dengan warga lokal, dengan tujuan dapat membuka perkebunan untuk membangun pusat proses durian beku yang nantinya dapat diekspor ke Cina. Pembekuan durian untuk keperluan ekspor si raja musang ke cina ini dimulai pada tahun 2011. Seakan tidak puas hanya dengan hasil yang bisa diekspor dari Malaysia, mulai tahun 2013 pebisnis Cina mulai menaruh modal pada perkebunan lokal dengan tujuan mengandalkan ekspor buah durian milik sendiri.

Ekspor buah durian ini akhirnya menjadi berkah tersendiri bagi Malaysia. Bahkan akibat lonjakan permintaan ekspor durian musang dari Cina dan Tiongkok ini membuat Malaysia berencana menjadikan ekspor durian terutama jenis raja musang menjadi komoditas ekspor yang utama, dengan memperluas areal perkebunan durian yang ada. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa 1 hektar durian raja musang dapat menghasilkan income hingga 9 kali lebih banyak daripada 1 hektar kelapa sawit sebagai komoditas ekspor utama sebelumnya. Maka dari itu untuk memenuhi ekspor durian musang ini, pemerintah Malaysia dikabarkan ingin memperluas perkebunan durian hingga 5000 hektar. Di beberapa wilayah seperti Sabah Malaysia, perkebunan durian sudah menggunakan bekas perkebunan kelapa sawit, sehingga tidak memerlukan pembukaan lahan baru. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran akan deforestasi yang dapat mengganggu keseimbangan hutan hujan yang dimiliki Malaysia.

Kendala Durian Musang King Indonesia

Seperti yang sudah disinggung pada awal artikel tadi, Indonesia sebenarnya juga memiliki peluang untuk melakukan ekspor durian karena selain memiliki tanaman musang king, Indonesia memiliki berbagai durian lokal unggul yang rasanya tidak kalah dengan jenis musang king. Selain jumlah tanaman dari jenis musang yang masih sedikit, kendala lain yang menyebabkan negara ini masih belum bisa melakukan ekspor durian secara besar – besaran adalah karena teknologi panen yang masih belum memadai. Di Indonesia, biasanya durian baru akan diambil saat matang pohon, dan jika sudah dalam kondisi matang pohon maka pada waktu perjalanan pengiriman dengan jarak yang jauh, durian ini tidak bisa bertahan lama, saat tiba di negara tujuan ekspornya seperti Cina sudah bisa dipastikan durian akan berada dalam kondisi yang terlalu matang sehingga tidak enak untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Kebun Durian Warso, Petik Jenis Buah Durian Populer Langsung Dari Pohonnya

Sedangkan di Malaysia dan juga Thailand, sistem panennya sudah menggunakan teknologi, sehingga durian dipanen sebelum matang yang waktunya disesuaikan dengan lama waktu pengiriman untuk mendapatkan kematangan yang pas saat durian sampai di negara tujuan ekspor yaitu Cina. Sekian informasi mengenai prospek ekspor durian musang king, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin merambah ke usaha budidaya durian. Informasi ini dapat anda jadikan referensi untuk memulai bisnis budidaya ataupun pembibitan durian mengingat nilai ekonomis dari usaha tersebut!