Durian Musang King, Varietas Paling Laris Saat Ini !

durian musang king

Varietas durian musang king saat ini banyak diburu pecinta durian meskipun harganya sangat mahal, bisa mencapai 2 juta untuk per buahnya. Peluang ini dimanfaatkan oleh banyak orang dengan berusaha mendapatkan bibit durian musang king untuk dibudidayakan karena prospeknya yang cerah. Buah durian yang dihasilkan oleh varietas si raja musang ini memang tidak perlu diragukan lagi kelezatannya, dengan daging buah yang tebal serta tekstur yang lembut dan creamy didalam membuat siapa saja yang memakannya akan ketagihan, meskipun dari luar daging buah ini nampak kering karena memiliki selaput yang menyelimutinya. Ditambah dengan adanya perpaduan rasa manis dan sedikit pahit yang khas dari daging durian dengan bijinya yang kecil, dijamin membuat orang yang menyantapnya akan menginginkan lagi dan lagi untuk menyantapnya.

Durian Musang King Yang Lebih Cepat Berbuah

Dengan adanya kemajuan teknologi dalam budidaya tanaman, saat ini musang king bahkan memiliki varietas turunan yang baru yaitu durian musang kaki ganda yang bisa lebih cepat berbuah daripada durian raja musang biasa. Namun untuk soal rasa dan tekstur daging buah baik  varietas durian musang king biasa maupun kaki 3 atau kaki ganda memiliki ciri khas yang sama. Dalam hal ini, yang membedakan jenis raja musang yang lebih cepat berbuah ini hanya pada jumlah percabangan batang penyangganya. Pada durian musang king kaki 3, dilakukan penambahan 2 batang penopang yang diambil dari batang durian lokal kualitas unggul kemudian pada atas diokulasikan dengan mengambil bagian batang varietas biasa yang sudah dewasa, walaupun batang penopang berasal dari durian lokal, tidak mengurangi keaslian buah durian raja musang king yang dihasilkan dari hasil okulasi ini. Secara umum tidak ada perbedaan signifikan dari fungsi yang berarti antara tanaman durian raja musang berkaki satu dengan berkaki tiga.

Baca Juga: Perkebunan Durian Malaysia Yang Wajib Dikunjungi

Perbedaan hanya dari bagaimana cara tanaman menyerap nutrisi serta unsur hara dalam tanah, pada durian musang tiga kaki penyerapan tersebut dilakukan secara lebih cepat dan lebih banyak, sehingga tanaman akan  tumbuh besar dengan lebih cepat. Hal inilah yang membuat durian musang dengan 3 kaki lebih cepat berbuah meskipun batang pohonnya masih pendek.

Sejarah Musang King

Durian musang king yang berasal dari Malaysia ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990. Berawal dari tersiarnya kabar bahwa di wilayah Tanah Merah, Kelantan Malaysia ada buah durian yang memiliki karakteristik istimewa, dengan daging buah yang tebal dengan tekstur sangat lembut dan creamy, rasanya manis bercampur sedikit pahit, dan bijinya gepeng alias kempes serta ukurannya kecil. Pada tahun 1993, salah seorang warga bernama Wee Chong Beng mendaftarkan durian yang penuh keistimewaan ini sebagai varietas unggul dengan memberi nama durian raja kunyit, nama ini dipilih karena menyesuaikan dengan warna daging buahnya yang berwarna kuning seperti kunyit. Namun, dikarenakan area lokasi pohon induk dari durian raja kunyit ini letaknya konon di dekat Gua Musang di Kelantan, maka lebih banyak orang yang menyebut durian ini sebagai durian raja musang. Durian ini merupakan durian yang terdaftar sebagai varietas ke – 197 di Kementerian Pertanian Malaysia. Hal inilah yang menyebabkan buah dengan nama latin Durio zibethinus itu mendapatkan kode klon D-197.

Tingkat kepopuleran durian ini semakin menanjak di Malaysia pada tahun 1993, setelah beredarnya artikel di media cetak berbahasa tiongkok yang memuat berita tentang durian jenis musang king. Setelah popularitasnya mulai naik, banyak orang di negeri Jiran mulai menanam jenis durian ini di perkebunan mereka. Pada panen di tahun 2000, buah yang dihasilkan lumayan banyak dan rata – rata kualitas buah yang didapatkan stabil. Sejak itu, perkembangan budidaya durian tersebut terus dilakukan hingga saat ini, bahkan Malaysia sudah mampu mengekspor durian musang king ke beberapa negara lain termasuk Indonesia dan hasilnya disambut positif oleh negara yang mengimpor durian musang king tersebut.

Diketahui bahwa di Indonesia sendiri, para petani durian baru mencoba menanam bibit durian  musang king pada tahun 2003. Namun ada sumber yang mengatakan bahwa pada tahun 1997, pembudidaya durian asal Medan bernama Pak Ginting menemukan 9 pohon raja musang yang diperkirakan berumur 15 tahun di wilayah Medan. Namun, sayangnya pak Ginting tidak mengetahui secara pasti asal mula pohon yang ditemukannya. Pada saat panen, pak Ginting akhirnya mencoba mengirim sampel durian dari pohon yang diduga raja musang tersebut untuk diidentifikasi. Dari hasil identifikasi ini dari bentuk fisik, durian yang dibawa pak Ginting memang menyerupai durian yang menjadi durian populer khas Malaysia, hal ini terlihat dari bagian dasar buah yang mempunyai pola menyerupai bintang. Sedangkan dari penampilan daging buahnya memiliki warnanya agak pucat atau kurang kuning seperti kunyit. Meskipun dari warna dagingnya tidak semirip warna daging buah yang tumbuh di Malaysia, identifikasi dari segi rasa menyatakan jika rasanya memang mirip jenis raja musang, karena terdapat rasa manis agak pahit dengan tekstur creamy dan bijinya kempes atau pipih. Dari penemuan inilah yang diduga menjadi tonggak popularitas durian musang king di Indonesia, bahkan sebelum durian ini resmi diimpor.